Menangani Kecemasan dan Depresi Selama Pandemi

4:48 PM

Desember lalu, saya didiagnosis menderita gangguan depresi. Sejak itu, saya menjalani hidup saya berurusan dengan gangguan serta sering mengunjungi psikiater dan terapi. Saya baru saja mempertahankan rutinitas saya ketika COVID-19 merebak di negara saya. Tiba-tiba, rutinitas saya harus berubah. Tidak ada lagi bekerja dari kantor ruang kerja saya yang biasa, tidak ada lagi pertemuan di kedai kopi. Tiba-tiba saya harus tinggal di rumah, sepanjang hari, 24/7.

Perubahan mendadak seperti ini memengaruhi kesejahteraan saya. Itu membuat saya stres selama beberapa hari karena saya tidak terbiasa bekerja di rumah sama sekali. Tetapi hidup harus terus berjalan. Saya masih perlu bekerja atau saya tidak mampu membayar tagihan saya. Untungnya saya sudah bekerja dari jarak jauh sehingga tidak banyak perubahan yang perlu saya lakukan. Namun, ada beberapa perubahan yang harus dilakukan. Jadi, saya mengubah rutinitas saya sehingga saya bisa menavigasi hidup saya dengan aman selama pandemi ini.

Saya mengatur beberapa rutinitas yang bisa saya lakukan dengan mudah di rumah. Inilah beberapa: 
 
Meditasi
 
sumber gambar: freepik

Meditasi terkenal di kalangan penggemar well-being sebagai salah satu rutinitas favorit mereka. Meditasi membantu mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur. Saya bermeditasi setiap pagi saat saya bangun. Saya bermeditasi kira-kira lima menit setiap pagi sebelum saya melakukan hal lain dan setiap malam sekitar 10-20 menit sebelum saya tidur. Sebagai panduan, saya menggunakan aplikasi bernama Simple Habit. Ini adalah aplikasi panduan yang dapat dengan mudah dipasang di ponsel. Mereka memiliki panduan untuk keperluan yang telah ditentukan seperti bangun tidur, menangani stres dan/atau kecemasan, bekerja, dan bahkan bersiap untuk tidur. Kita dapat mengatur waktu selama 5, 10, atau 20 menit tergantung pada waktu yang kita miliki.

Untuk orang Indonesia, Anda juga bisa menggunakan aplikasi bahasa Indonesia bernama Riliv. Mereka memiliki panduan meditasi dalam bahasa Indonesia. Anda dapat mendaftar secara gratis atau mencoba fitur premium mereka selama 14 hari gratis menggunakan kode saya iqyyhq atau klik tautan ini.

Membuat jadwal harian

sumber gambar: freepik

Saya orang yang pelupa. Saya pada akhirnya tidak akan melakukan apa-apa jika saya tidak merencanakan hari saya. Itu sebabnya saya memiliki jurnal dan berbagai sticky notes yang menempel di meja kerja saya sebagai pengingat. Saya lebih suka menulis di jurnal saya daripada mengetiknya di aplikasi. Ia memiliki semacam sensasi penyembuhan setiap kali saya mengambil pena saya. Saya merencanakan hari saya malam sebelumnya dan memeriksanya keesokan paginya. Saya menggunakan tips Zen Habit untuk memetakan tugas saya berdasarkan prioritas mereka. Saya memilih tiga kerjaan yang paling penting (biasanya kerjaan yang deadline-nya sudah dekat) dan membaginya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Jadi, saya bisa lebih mudah mengerjakannya dan tidak merasa membebani. Jadi, saya tidak akan mengalami stres karena pekerjaan.

Meskipun saya lebih suka menuliskan tugas saya di jurnal saya, saya tetap menggunakan beberapa aplikasi, sebagian besar sebagai alarm untuk rapat atau untuk menulis sesuatu dengan cepat ketika saya tidak bisa menggunakan jurnal saya. Saya menggunakan Kalender Google untuk menyimpan jadwal rapat. Selain itu, saya juga menggunakan Trello untuk memantau kemajuan tugas saya. Kedua aplikasi ini terhubung dengan akun Google saya sehingga saya dapat membukanya dari komputer dan telepon saya kapan pun saya mau.

Olahraga

sumber gambar: freepik
 
Hanya karena gym ditutup, bukan berarti kita tidak bisa berolahraga. Saya memang jarang pergi ke gym karena saya lebih suka jogging setiap akhir pekan di area car-free day. Sekarang, karena car-free day tidak lagi diadakan, saya bekerja di rumah menggunakan aplikasi Nike Training. Mereka mengumpulkan panduan latihan dari para ahli dan atlet yang bisa kita ikuti dengan mudah. Saya memilih untuk melakukan yoga 2 atau 3 kali sehari karena lebih mudah bagi saya untuk mengikuti.

Tidak ada alasan untuk berhenti berolahraga hanya karena kita terjebak di rumah. Malah, sebagian besar ahli menyarankan agar kita terus berolahraga untuk menjaga metabolisme tubuh dan well-being kita. Selain itu, tberolahraga dari rumah lebih murah ketimbang membayar keanggotaan gym dikenal mahal. Kamu juga bisa melakukan rutinitas peregangan sederhana atau menggunakan panduan latihan yang bisa dengan mudah ditemukan dari YouTube.

Melakukan hobi

sumber gambar: freepik
 
Ada banyak manfaat dari melakukan hobi. Melakukan sesuatu dengan santai di waktu senggang dapat menghilangkan stres dan mempertahankan kita untuk tetap fokus. Selain itu, selama karantina, melakukan hobi juga bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kebosanan. Hobi memberi kita sesuatu untuk dilakukan ketika kita mendapati diri kita tidak memiliki apa pun untuk mengisi waktu kita. Mereka juga memberi kita aktivitas yang bisa kita tunggu-tunggu dan bersemangat.

Meskipun kita terpaksa tinggal di rumah selama pandemi, itu tidak berarti kita bisa mengabaikan kesehatan kita, termasuk kesehatan mental kita. Menjaga kesehatan mental kita adalah penting karena juga terkait dengan kesehatan fisik kita. Stres atau bahkan kecemasan dan depresi dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh kita dan membuat tubuh kita rentan terhadap penyakit.

You Might Also Like

21 jejak dari orang-orang baik hati

  1. Banyak hal menarik yang bisa kita lakukan saat pandemi seperti sekarang. Benar, salah satunya melakukan hobi. Sempet nggak pengen nulis dan ngeblog kemarin, akhirnya saya coba mulai lagi hobi menggambar yang udah lama saya abaikan karena nggak punya banyak waktu. Alhamdulillah, rasanya happy banget bisa melakukannya lagi dan nggak berasa jenuh pun hilang :)

    BalasHapus
  2. selama masa pandemi tetep aja saya males olahraga hehehe. berhubung memang orang rumahan, jadi ya tetep aja aktivitas beres-beres rumah, nyuci & masak yang jadi kegiatan rutin.

    BalasHapus
  3. Nah, aku sih seringnya berbenah rumah, isi lemari dibongkar2, gudang dirapikan, plus lebih sering masak 😍 Kalau kita kurang aktivitas malah bosan di rumah aja yaaaa itung2 berolahraga deh yg penting ga terlalu cemas dan parno sama si corona.

    BalasHapus
  4. Saya pun sempat merasa mood swing kakak, karena perubahan-perubahan yang terjadi saat ini. Semoga semuanya segera membaik, sehingga kita pun kembali ke rutinitas yang membuat nyaman dan bahagia, aamiin

    BalasHapus
  5. Pas awal-awal pandemi, saya pun merasa insecure terhadap keadaan, apalagi mendengar berita ada yang terkena virus Corona di komplkko depan rumah, rasanya betah banget stay at home, tapi tetep aja saya perlu ke luar rumah buat beli bahan makanan. Lambat laun udah mulai terbiasa dan bisa menangani kecemasan karena pandemi

    BalasHapus
  6. Dulu senang juga install berbagai app untuk habit, workout, dll. Tapi ternyata tidak terpakai. Saya lwbih senang mengandalkan alarm ujung-ujungnya 🤣

    BalasHapus
  7. Pandemi ini, kalo terus-menerus dimasukin ke hati, memang bisa bikin stres ya. Kita mesti bisa menyesuaikan diri supaya aktivitas tetap lanjut dan kesehatan tetap terjaga.

    BalasHapus
  8. Masa pandemi seperti ini memang rentan dengan penyakit psikis juga ya Mbak. Banyak orang yang tidak terbiasa dengan kondisi tinggal di rumah saja jadi depresi so tips untuk mengatasinya yang Mbak paparkan di atas jelas sangat membantu sekali.

    BalasHapus
  9. Tos, mba!
    Beberapa bagian aku juga sudah adopsi.
    Seperti membuat skala prioritas itu.
    Sungguh-sungguh sangat membantu!

    BalasHapus
  10. Semoga sehat selalu Mbak Alivia.. Pandemi ini musuh kita bersama kok, tp di era new normal kita malah diminta berdamai dg Covid-19, tetap menerapkan protokol kesehatan

    BalasHapus
  11. Betul sekali, selama masa pembatasan skala besar dan mesti dirumah aja pastinya banyak pola perubahan yg dirasakan dan kerap malah mengundang stress oleh karenanya kita mesti tetap harus mampu memanagement stress agar mental dan jasmani pun ikut sehat
    Dan poin-poin yang dipaparkan bisa diterapkan nih

    BalasHapus
  12. Selama pandemi ini, aku juga terus belajar untuk mengelola pikiran agar selalu bersikap positif kak. Salah satu yang paling senang dilakukan adalah melakukan hobi dan saat ini berusaha untuk berolahraga.

    BalasHapus
  13. Meditasi ini sebetulnya ngapain, Mbak? Saya tukang stress nih, kayaknya saya juga butuh meditasi.

    BalasHapus
  14. Poin2 yg harus dicatet oleh saya sendiri yg juga termasuk org dalam kategori mudah depresi.

    BalasHapus
  15. Aku selama masa pandemi dan saat harus di rumah aja juga melakukan beberapa hal yang bisa mengurai stress seperti baking bareng anak-anak..baca buku-buku yang belum tersentuh dan juga olahraga di depan rumah, main badminton sama suami

    BalasHapus
  16. Ah benar, aku awal awal covid ada pernah terkena psikosomatik..
    Cemas bikin badan drop

    BalasHapus
  17. Sudah lama pakai alasan karena dirumahaja, jadi mager semager magernya.
    Harusnya tetep bisa olahraga yaa...
    Bikin seger pikiran juga...hati juga.

    BalasHapus
  18. Oh ya kak, saya juga pingin banget meditasi sebenarnya, cuma belum kesampaian. Mempertahankan kewarasan selama pandemi memang gak mudah. Makasih artikelnya ya, sangat bermanfaat 💪

    BalasHapus
  19. Alhamdulillah ga dilanda kecemasan saat wabah ini malah aku enjoy banget di rumah aja baru nyadar aku mungkin introvet yakok betah meski harus dirumah aja hehe.. Banyak hal yg bisa kita lakukan di rumah tuh....

    BalasHapus
  20. Terprnting banyak piknik setidaknya secara virtual biar segeran

    BalasHapus
  21. ya betul, aku juga paling suka pas melakukan hobi pasti stress hilang :D

    BalasHapus

Thank you for leaving a comment. Please come back!