Jumat, 21 Juli 2017

The Sign of Depression; 13 Reasons Why Thoughts


Ada yang sudah nonton 13 Reasons Why? Salah satu serial besutan Netflix ini sukses besar tidak hanya di Amerika, tapi juga di Indonesia. Serial yang diadaptasi dari novel karya Jay Asher dengan judul yang sama ini bercerita tentang Hannah Baker, seorang siswi SMA yang bunuh diri dan meninggalkan 13 kaset rekaman yang menjelaskan 13 alasan mengapa (atau tepatnya, siapa yang menyebabkan) ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Kaset ini kemudian diterima oleh Clay Jensen, salah seorang teman Hannah, and that's how the story begin.

Saya tau serial ini dari teman-teman Booktuber Indonesia yang beberapa kali bilang kalau serial ini bagus sekali. Salah satu booktuber, Danny, bahkan membuat sebuah video tentang serial ini. Tentu saja saya penasaran, apalagi setelah membaca sinopsisnya, I'm curious.

Sepanjang menonton 13 episodenya, saya berkesimpulan bahwa Hannah adalah orang yang cukup sensitif, kadang kala bereaksi berlebihan terhadap suatu hal atau masalah, a pure melancholic person. Tipe orang seperti ini sangat rentan terhadap stres dan depresi because they tend to overreact things. Hannah, dalam kasus ini, sudah berada dalam tahap depresi. Sayangnya, tidak ada yang menyadari tanda-tanda depresi pada diri Hannah. Sebaliknya, her friends mock her for being "such a drama queen"
"People with depression may experience a lack of interest and pleasure in daily activities, significant weight loss or gain, insomnia or excessive sleeping, lack of energy, inability to concentrate, feelings of worthlessness or excessive guilt and recurrent thoughts of death or suicide." - Encyclopedia of Psychlogy
In short, orang yang mengalami depresi tidak memiliki gairah dalam menjalani hidupnya dan cenderung memiliki keinginan untuk bunuh diri. That happened to Hannah, and led her to suicide.

Hannah, bisa saja menjadi salah satu teman kita yang sering kita ejek karena "baperan", lebay, tidak bisa diajak bercanda, gampang tersinggung, atau drama queen. Padahal mungkin saja dia, seperti Hannah, just a pure melancholic who can't take things in easy way. On top of that, there's nothing right on mocking people. Ini 2017, dan kamu masih demen ngejekin teman kamu? Come on! Masih banyak topik yang bermanfaat dan berfaedah untuk dibicarakan, ngobrolin gosip artis ATT-RA misalnya.

Anyway, kalau kamu sering diledek-ledekin dan jadi sering berpikiran negatif gara-gara itu, please note to yourself that it's not worth it. Don't let that negative thoughts control you because you are better than that. Kalau kamu merasa tidak bisa atau tidak sanggup, carilah pertolongan. Baik dari keluarga maupun dari tenaga professional.

2 komentar:

  1. Hmmm aku jadi penasaran sama filmnya, eh serialnya maksudku. Aku setuju dek, alih-alih mengejek seseorang itu baperan, mending kita berusaha memahami dan menjaga perasaan nya aja yaa.. Kita dan mereka punya masa lalu yang berbeda. Kita ngga pernah tau kan ya, seberapa sulit masa lalu seseorang dan seberapa besar usahanya untuk bisa survive.

    BalasHapus
  2. Waah keren kak, kalau udah ngampus minta serinya ya ^^

    BalasHapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaƮt revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back