Minggu, 03 Januari 2016

2015 WRAPUP: Best Momento

It's 2016 already! Sebenarnya mau bikin postingan wrapup ini tepat tanggal 31 Desember 2015 pas pergantian tahun. Tapi berhubung sudah ada agenda tahun baru bareng sepupu jadi postingannya tertunda. Dan tertunda lagi gara-gara 12 hari lagi menuju muswil ILMPI di Jambi dan LPJ saya gak kelar-kelar sampe sekarang. Mumpung suntuk karena nungguin file-file yang masih ditangan staff anggota tim yang lain, jadi baru sekarang sempat bikin postingan ini.


Tahun 2015 ini saya jarang posting, bisa dihitung jari deh postingan saya seberapa. Saya juga kayaknya gagal memenuhi reading challenge yang ada. Saya gak banyak baca buku belakangan, kecuali kalau buku kuliah masuk hitungan. Semoga tahun ini bisa baca buku lebih banyak.

Well, ini postingan baper. Tapi 2015 buat saya penuh memori, walaupun saya tidak bisa bilang ini tahun terbaik saya. Ada beberapa kejadian yang tidak menyenangkan, dan membuat saya nyaris, ya nyaris berada di titik terendah dalam hidup saya. Untungnya hal itu tidak membuat saya benar-benar jatuh.

Bukan berarti saya tidak punya momen terbaik selama 2015. Of course namanya hidup pasti ada naik turunnya. I have a really good time in 2015

Awal 2015 saya dapat amanah jadi Pengurus Harian Wilayah di ILMPI, tepatnya kordinator Badan Informasi dan Komunikasi. Buat yang udah baca postingan ini pasti tau kalau di periode sebelumnya saya jadi staff. Tahun ini jadi koor, sering dipanggil emak atau makmin, dan punya empat staff yang kalau lagi bercanda suka bikin darah tinggi dan kolesterol (?)


Empat anak ini, kalo bercanda gak ketulungan. Kadang bikin sakit gigi, sakit perut, tapi untungnya gak pernah bikin sakit hati. Lelaki-lelaki perkasa dan wanita tangguh dibalik "mimin" akun wilayah, dibalik desain-desain luar biasa dan selalu punya kekuatan the power of kepepet menghadapi permintaan desain dari badan lain. Para single elegan (kecuali satu orang yang udah taken) yang sinyalnya selalu jomblo ketika netmeeting tapi langsung lancar jaya kalo udah ngobrol diluar urusan organisasi. 

Saya berharap, dengan cara apapun kita bisa tetap berkarya untuk psikologi. Terimakasih karena selama kurang dari satu tahun belakangan ini bersedia dan suka rela mau nemenin saya repot-repot jadi "mimin" dan dengan lapang dada menikmati kerempongan saya ini diketik sambil mewek.

Bulan Oktober saya berumur 20, dan saya mendapat kado yang luar biasa. Hari itu hari Sabtu, dua orang rekan saya di ILMPI wisuda. Niat awal hanya akan datang ke acara wisuda tersebut, tidak kemana-mana. Tapi kemudian seorang teman menelpon saya, menanyakan saya dimana dan mengatakan akan menjemput saya.

Saya dibawa jalan-jalan, menuju ke arah kampus. Awalnya bingung, untuk apa hari Sabtu ke kampus? Tapi kemudian rute berbelok, menjauhi kampus. Saya panik, terlebih teman saya ini mengoceh yang tidak-tidak. Pikiran saya mulai melantur kemana-mana. Motornya kemudian berhenti di Friday, tempat kami pernah menghabiskan tiga jam menunggu jadwal kuliah. Saya pikir dia cuma mau mengajak makan siang seperti yang sudah-sudah, sampai dia memberi saya kado yang tidak pernah saya duga.


Bukan bunganya yang menjadi spesial Sama sekali bukan.. Tapi buku berjudul Padang Rindu. Buku ini tidak ada di toko buku, karena memang tidak pernah dipublikasikan. Penulis buku itu adalah AS Oktriwina, saya sendiri. Buku yang berisikan puisi-puisi yang saya tulis sejak SMA, yang beberapa diantaranya mengantarkan saya menjuarai berbagai perlombaan, mempertemukan saya dengan orang-orang terkenal di dunia sastra.

Buku ini spesial, karena setiap judul di dalamnya mewakili kisah hidup saya. Mengingatkan saya bagaimana dulu menulis menjadi bagian dari hidup saya, dan semua beban seolah terangkat setiap kali saya menyelesaikan satu judul.

Saya berpikir ulang untuk menerbitkan buku ini, secara indie tentu saja. Tapi saya ragu, siapa yang mau membaca karya remaja labil seperti saya?

7 komentar:

  1. biarkan aku beli kakak Awin ;_;

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa? isinya puisi baper semua lho :D

      Hapus
  2. Hemmmm gak enak memang kalau kita bisa berada dititik terendah dalam kehidupan, rasanya gak sanggup ngelakuin satu hal pun. Bawaannya Baper-an

    BalasHapus
  3. direvisi aja dulu, terus tambahin karya baru. re-publish deh :D

    btw, salam kenal!

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terimakasih sarannya. salam kenal :D

      Hapus
  4. eh, oktober 20 tahun? sama dong, aku oktober juga tapi 22 tahun :D, mana tau berjodoh

    BalasHapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back