Cara Belajar yang Efektif Berdasarkan Tipe Belajar

3:23 PM


Hai fellas! Bulan Juli identik dengan tahun ajaran baru dan penerimaan peserta didik baru. Selama bulan Mei-Juni kemarin banyak sekali pesan yang masuk ke akun media sosial saya menanyakan bagaimana cara belajar agar lulus SBMPTN, bagaimana cara belajar di jurusan Psikologi, dan berbagai macam pertanyaan sejenis lainnya. Jadi, daripada saya membalas pesan-pesan tersebut satu per satu, saya akan membahasnya melalui postingan ini agar semua bisa membaca. Kali ini saya akan bahas cara belajar secara umum dulu, nanti di postingan berikutnya baru saya akan bahas mengenai belajar di perkuliahan, khususnya di jurusan Psikologi.
Cara belajar yang efektif, baik di bangku sekolah maupun di bangku perkuliahan, adalah dengan mengetahui tipe belajarmu. Apa sih, tipe belajar itu? DePetter dan Hearchi (2003) menjelaskan tipe belajar sebagai gaya belajar yang dimiliki oleh setiap individu yang merupakan cara termudah dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Masing-masing kita memiliki tipe belajar yang berbeda-beda. Menurut DePetter dan Hearchi, ada tiga tipe belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Let's break it down one by one


Sesuai namanya, orang dengan tipe visual akan lebih optimal menyerap informasi berdasarkan apa yang dilihatnya. They learn and remember things through pictures. Tips saya bagi tipe belajar visual, buatlah catatan dalam bentuk mindmap. Mindmap yang menarik dan menyajikan informasi-informasi esensial lebih efektif daripada catatan yang panjang lebar dan penuh kalimat. Penggunaan simbol, pena atau spidol aneka warna juga dapat memudahkan tipe pelajar visual.


Kebalikan dari tipe visual, tipe auditori bergantung pada indera pendengaran. Orang dengan tipe belajar auditori dapat mengingat apa yang dibicarakan tanpa perlu mencatat terlebih dahulu dan dapat menjelaskannya kembali tanpa ketinggalan satupun informasi penting. Karena mereka bisa menyerap informasi tanpa perlu mencatat, maka penggunaan catatan kurang efektif bagi tipe ini. Gunakan perekam saat guru atau dosen menerangkan pelajaran untuk didengarkan kembali. Perekam juga sangat berguna ketika guru atau dosen berbicara terlalu cepat sehingga sulit untuk menulis catatan. Diskusi atau belajar kelompok juga bermanfaat bagi tipe belajar auditori.


Bisa dibilang, orang dengan tipe kinestetik adalah orang yang tidak bisa diam. They learn through trials and errors. Karena itu, mereka cukup mahir dalam praktikum dan cukup kerepotan dalam pelajaran yang penuh  teori. Penggunaan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan memudahkan saat mengulang pelajaran. Membaca sambil menggerakkan anggota tubuh seperti tangan atau berjalan  mondar-mandir adalah hal yang lumrah bagi tipe kinestetik. Don't be shame on it.

Satu orang bisa saja memiliki lebih dari satu tipe belajar, bahkan ketiganya sekaligus. Namun biasanya ada satu tipe belajar yang dominan. Saya sendiri memiliki tipe belajar auditori-kinestetik, meski catatan kuliah saya lebih terlihat seperti catatan tipe visual. Saya lebih senang belajar melalui diskusi dan sama sekali tidak bisa diam jika belajar sendiri. So, kenali tipe belajarmu dan kreasikan bagaimana cara belajar yang menurutmu efektif. Selamat tahun ajaran baru!

You Might Also Like

2 jejak dari orang-orang baik hati

  1. aku type auditori nih mbak. makasih ya sharingnya mbak, jd tau kaya mna cra blajar yg baik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, senang sekali mendengar tulisan ini bermanfaat buat kamu! Semoga bisa meningkatkan prestasimu, ya!

      Hapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back