Senin, 13 Februari 2017

[NONTON] Cek Toko Sebelah

Judul Film : Cek Toko Sebelah
Produser : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Sutradara : Ernest Prakasa
Penulis Skenario : Ernest Prakasa, Jenny Yusuf, Meira Anastasia
Aktor : Ernest Prakasa, Dion Wiyoko, Chew Kinwah, Ardinia Wirasti, Gisella Anastasia, Tora Sudiro, Asri Welas, Yeyen Lidya, Dodit Mulyadi
Tanggal Rilis : 28 Desember 2016
Durasi : 98 menit

Koh Afuk (Chew Kinwah), juragan toko kelontong Jaya Baru memiliki dua orang anak yang berkebalikan. Si sulung Yohan (Dion Wiyoko) bekerja sebagai fotografer dengan penghasilan yang pas-pasan. Sementara si bungsu Erwin (Ernest Prakasa), menjadi eksekutif muda yang sukses karirnya.

Permasalahan timbul ketika Koh Afuk yang sudah sepuh dan penyakitan ingin menyerahkan toko kesayangannya kepada Erwin. Erwin yang kala itu sedang berada di puncak karir mengalami kebimbangan antara terbang ke Singapura demi karir yang lebih cemerlang atau tinggal dan mengurus toko keluarganya yang dibangun orang tuanya. Hal ini menyebabkan Yohan semakin cemburu kepada adiknya yang dianggap sebagai kesayangan ayahnya. Masalah semakin runyam ketika toko koh Afuk ditawar seorang pengembang (Tora Sudiro) yang menyebabkan Koh Afuk dilarikan ke rumah sakit.

Komitmen Hidup di Luar Negeri

Siapa sih, yang tak ingin hidup di luar negeri? Bagi saya yang selama nyaris 22 tahun hidup di tanah kelahiran, hidup (kerja/kuliah) di luar negeri adalah satu dari beragam keinginan yang saya tulis di bucket list saya. Paling tidak, menjejakkan kaki untuk sekedar travelling juga boleh.

Sayangnya, niat saya untuk berkelana ke luar negeri terharang restu orang tua yang memang susah jauh dari anak-anaknya. Jangankan untuk keluar negeri, ikut kegiatan ILMPI di luar kota saja saya izinnya paling tidak tiga bulan menjelang berangkat (yep, you read it right!). Belum lagi syarat untuk tinggal di luar negeri buat saya adalah harus nikah dulu. Nah, berat kan? Berhubung belum nikah dan belum berniat untuk menikah dalam waktu dekat untuk sementara saya hanya bisa blogwalking membaca kisah para blogger yang hidup di luar negeri. Salah satunya adalah mbak Alfa yang kini menetap di Brunei.

Saya dan mbak Alfa memiliki setidaknya dua kemirpan. Kami sama-sama berkacamata dan memiliki latar belakang psikologi. Yah, kalo mbak Alfa sih udah kelar kuliahnya, beda sama saya yang masih jungkir balik sama skripsi.