Jumat, 30 September 2016

Mengenang 7 Tahun Gempa Sumbar

Bagi seluruh mayarakat Indonesia tanggal 30 September adalah peringatan peristiwa terbunuhnya tujuh perwira militer Indonesia pada tahun 1965. Bagi saya, dan seluruh masyarakat Sumatera Barat tanggal 30 September adalah peringatan terjadinya gempa 7,6 skala Richter 7 tahun yang lalu.

Gempa terbesar yang pernah saya rasakan seumur hidup saya....

Tak banyak yang saya ingat dari hari itu. 

Saya ingat, gempa itu membuat tonggak rumah panggung milik oma saya bergeser beberapa senti. 

Saya ingat beberapa ornamen di rumah itu jatuh dan nyaris mengenai kepala saya dan adik saya. 

Saya ingat papa memeluk saya dan adik saya agar tak tertimpa apapun yang mungkin jatuh mengenai kami. 

Saya ingat oma hanya diam sambil melantunkan zikir, dan berkata "awak kok ka mati, ka mati juo nyo" (kita kalau mau mati, bakalan mati juga).

Saya ingat, jalanan depan rumah kami penuh orang yang lari mengungsi dan kami bertahan demi oma yang tidak mau beranjak dari rumah.

Saya ingat, hanya radio (yang disiarkan melalui pengeras suara masjid) yang menjadi satu-satunya sumber informasi yang kami terima selama 24 jam, dengan walikota yang terus menerus berada di stasiun radio mengabarkan kondisi terbaru.

Kemudian, selama berminggu-minggu kemudian, hanya koran darurat yang diterbitkan Singgalang yang menjadi satu-satunya informasi cetak yang kami terima. Tidak ada TV karena listrik mati berminggu-minggu. Genset milik tetangga pun jadi andalan kami untuk sekedar mengisi baterai handphone.

Selama berminggu-minggu pula Bundo (bunda dalam bahasa Minang), kakak mama saya, memasakkan mie instan dan telur untuk kami setelah persediaan ikan dan daging membusuk di kulkas yang tak kunjung hidup.

Selama berminggu-minggu Padang bak kota mati. Orang-orang bertahan di barak pengungsian karena rumah mereka runtuh atau rusah berat. Nama-nama korban meninggal dan hilang berseliweran di koran darurat. Beberapa diantaranya adalah guru saya, teman saya, kenalan saya, bahkan adik kelas saya.

Gempa itu, menewaskan lebih dari seribu orang, merusak nyaris seluruh fasilitas umum yang ada.

Jangan tanya bagaimana rasanya saat itu. Saya gak bisa tulis rasanya. Bahkan hingga saat ini saya masih melawan ketakutan untuk naik ke lantai 3 dan seterusnya. Masih memberanikan diri naik lift sendirian meski dalam hati masih mengucap "gua benci lift!". Masih suka parno jika melihat ke bawah dari ketinggian.

Until today, I still remember all  the chaos....

Prayers  for all the victims, our beloved ones...

Minggu, 18 September 2016

Mbak "Jombloku" yang Tak Jomblo Lagi


Nama blognya mbak Inuel ini www.jombloku.com, tapi si empunya ini ternyata udah tiga tahun menyandang gelar istri. Okeh, berarti sepertinya cuman saya peserta arisan link ini yang belum ijabsah #halah

Blognya mbak Inuel ini didominasi warna putih. Hmmm sepertinya kebanyakan mbak-mbakku ini demen sama warna putih ya? Beberapa kali ngereview blog mereka sering nemu blog dengan dominasi desain warna putih. Mungkin biar keliatan bersih dan rapi gitu ya.

Kebanyakan kontennya mbak Inuel ini informatif sekali. Ada tips belanja online, ada trik desain rumah, eh ada bagi bagi voucher juga. Lumayan ini mah.

Kalo diliat profilnya, Mbak Inuel ini housemom yang kesehariannya selain ngurusin keluarga ternyata kerja jadi content writer. Walah, bagi-bagi tipsnya dong mbak. Kan lumayan :D

Dan ternyata setelah diubek lebih dalam (?), mbak Inuel ini juga suka nulis puisi. Wah kece banget ya mbak Inuel ini.

Penasaran sama orangnya? Monggo diubek-ubek blognya.


Sabtu, 03 September 2016

Party Look with Maybelline

Buat yang nanya kapan saya bikin makeup review, here is it....

Mayoritas produk makeup yang saya punya yang cuma seuprit adalah Maybelline. Mulai dari BB Cream hingga eyeshadow dan lipstik pun saya punya.

Jumat, 02 September 2016

beYOUtiful Sosis

Adalah mbak Dwi Sari a k a mbak Nining si pemilik blog beYOUtiful. Katanya sih, karena semua orang cantik dengan dirinya sendiri. Sementara kata "kiseki" yang jadi url blognya mbak Nining sendiri berarti keajaiban dalam bahasa Jepang.

Blognya mbak Nining tampilannya girly dengan warna padanan pink dan putih dengan sedikit hint abu-abu. Simpel banget dengan hanya gambar siluet kupu-kupu berwarna gradasi pink sebagai header.

Overall, blognya mbak Nining ini isinya tentang kuliner, traveling, dan lifestyle. Uhuy! Kuliner! Traveling! One of my favorite thing in this world.  Dan pas buka lama kulinernya, saya langsung nemu tentang ini

SOSIIIIIIS
Siapa sih yang gak suka sama sosis? Buat saya sosis ini salah satu bahan wajib kalau bikin spaghetti. Kalo nggak ada sosis rasanya spaghetti buatan saya kurang nendang. Masalahnya, saya gak bisa sering-sering makan makanan pabrikan, terutama yang ada MSG. Makanya jarang-jarang saya membuat spaghetti atau makanan lain yang memakai sosis karena takut sama bahan pengawetnya. Padahal adik saya ngefans banget sama makanan Italia ini. Sempat kepikiran bikin sosis handmade tapi apa daya gak tau cara bikinnya. Belum lagi mencari casing sosisnya.

Eh ternyata di blognya mbak Nining ada resepnya, plus info dimana menjual casing sosisnya yang, alhamdulillah, halal. Finnally, something worth to try. Semoga bikinnya nanti gak sekedar wacana #halah

Balada Paspor dan Keinginan Untuk Jalan-Jalan

Entah kenapa tiba-tiba saya ngebuka paspor, yang ternyata udah habis masa berlakunya. Kalau diingat-ingat, paspor ini pun cuma sekali dipakai, waktu ikut sister school ke Malaysia waktu kelas 2 SMA dulu. Which is, udah lama banget.

Sekarang kepikiran buat perpanjang paspor kok rasanya sayang banget. Walaupun keinginan untuk jalan-jalan ke luar negeri itu ada, tapi kok sayang ya. Takut ujung-ujungnya gajadi dipake. Apalagi sekarang, mana ada duit buat ngehedon keluar negeri. Jajan aja pas-pasan. Yaudahlah jalan-jalannya maya aja dulu. Blogwalking.

Hingga akhirnya saya nemu blognya mbak Tia Marty. Blognya simpel, bahkan banner di header pun hanya bertuliskan nama mbak Tia. Anehnya pas ngebuka tab "Tia Marty" yang saya asumsikan sebagai laman profilnya mbak Tia, malah gak muncul apa-apa alias putih kosong melompong. Eror kah?

Yang menarik perhatian saya, tentu saja lama "Traveling & Kuliner". Apalagi coba wkwkwkwk. Eh pas buka tau-tau ada postingan tentang tempat-tempat yang bisa didatengin di Malaysia secara gratis. Wah, sabi nih! Lumayan, dulu waktu ke Malaysia cuman sampe Johor dan Melaka. Jalan-jalan ke Kuala Lumpur aja engga wkwk.

Kalau dikasih kesempatan ke Malaysia lagi sih, yang pasti saya pengen foto di Menara Petronas. Gausah ditanya alasannya kenapa, wong dulu pas ke Malaysia gak kesana #miris

PETRONAAAAAASSSS
p.s: comot dari blognya Mbak Tia
Tapi duitnya gak cukup mulu buat jalan-jalan. Gimana dong?