Minggu, 02 Agustus 2015

[BOOK REVIEW] Here, After: Cerita Cinta Berakhir di Sini - Mahir Pradana

diambil dari Goodreads.com
Judul : Here, After: Cerita Cinta Berakhir di Sini
Penulis : Mahir Pradana
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2010
Tebal : 196 halaman
Format : Paperback
ISBN : 978-979-780-449-7

Suatu saat, cinta itu pernah ada. Dan aku melihatnya pergi tanpa sempat kucegah sama kucegah sama sekali.

Sejak hari itu, hari-hari terasa sulit untuk dijalani. Aku bahkan sulit untuk tersenyum pada bayanganku sendiri di cermin--karena saat itu aku tahu, hanya aku sendiri yang terlihat di situ. Meskipun kedengarannya tak masuk akal, sering aku berharap bisa membalikkan waktu. Aku bahkan bersedia memberikan apa saja supaya bisa mengucapkan apa yang selama ini terpendam begitu saja di hati.

Suatu saat, cinta itu pergi. Menyisakan sejuta penyesalan karena tak cukup sigap menahannya tetap berada di sini.



***

Satu novel, sepuluh cerita, satu benang merah.

Itu kesan saya membaca novelnya Mahir Pradana ini. Mungkin kalau ada yang pernah membaca seri Four Season karya Ilana Tan akan merasa konsepnya mirip-mirip. Dalam novelnya Mahir ini, tokoh utama dalam satu bab akan menjadi tokoh sampingan dalam kisah di bab selanjutnya. Begitu hingga membentuk sebuah lingkaran benang merah keseluruhan cerita.

Benang merah dalam keseluruhan kisah ini adalah cinta yang complicated. Soalnya masing-masing tokoh punya masalah cintanya sendiri dan kerumitannya sendiri. Yang memberi benang merah hanyalah hubungan yang dimiliki antar tokoh. Kita gak bakal tahu itu sebelum membuka bab ketiga, keempat, dan seterusnya.
"Siapapun diri kita atau atau orang yang bersama kita sekarang, semuanya suatu saat hanya akan menjadi memori" - halaman 55
Alur ceritanya maju, dan penceritaannya yang diambil dari sudut orang pertama membuat saya bisa memahami apa yang diarasakan oleh masing-masing tokoh.
"Dia adalah matahariku. Pemberi cahaya terhadap duniaku yang sempat gelap gulita dan goncang dihantam badai." - halaman 61
"Aku tidak berani menanyakan kepada siapapun apa yang baru saja terjadi, meskipun aku sangat ingin menanyakannya. Pertanyaanku itu dengan sendirinya terjawab ketika para petugas keamanan menggotong dua buah tubuh yang berlumuran darah." - halaman 138 
Perlu digaris bawahi kalau dalam novel ini ada beberapa adegan dewasa yang digambarkan secara eksplisit . Tapi tidak banyak, jadi masih bisa ditolerir bagi saya yang tidak begitu suka kisah yang berbau unsur seksual.
"Bahkan, si teman kita itu tidak datang ketika semalam bibirku melumat bibir sensual Juliet dan menjelajahi setiap senti tubuhnya. Sampai klimaks pun ia tak juga muncul." - halaman 9
"Setelah itu, hal terakhir yang kuingat, itu pun samar-samar, adalah tubuhku dan tubuh gadis itu yang bergumul di sisi kolam renang." - halaman 145
Oh ya, satu lagi benang merah yang menghubungkan para tokoh dalam novel ini adalah ketidakpercayaan masing-masing tokoh terhadap cinta. Baik karena masalah yang dihadapi si tokoh, ataupun masa lalu yang pernah dialami si tokoh.
"Cinta tidak lebih dari sekedar angan-angan semu yang menghambat kita untuk berpikir jernih. Akhirnya, perasaan itu hanya akan berujung menjadi rasa pilu yang tak tak terobati." - halaman 194
Overall, Mahir Pradana berhasil menipu saya dengan penyajian cerita yang menarik dan out of the box. Buku ini recommended banget buat dibaca.

 dedicated to reading challenge

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back