Rabu, 09 Juli 2014

RAMADHAN STORY: Ikutan Nyoblos

Jadi ceritanya 9 Juli Indonesia lagi pesta. Iya, pesta demokrasi. Pesta ngerusak foto capres dengan cara nusuk-nusuk gambarnya dengan semena-mena.

Sarkasme ya? Tapi setidaknya itulah persepsi saya selama bertahun-tahun sebelum saya genap berumur 17 tahun di mana secara hukum Indonesia saya resmi diakui sebagai warga negara Indonesia dan berhak berpartisipasi dalam pemilu. Sarkasme saya terbentuk dari paradigma-paradigma di lingkungan saya yang memang sedikit sinis dengan pemerintah.

Tapi semenjak kuliah saya bertemu dengan orang-orang yang berwawasan luas dan anti golput. Jadi sedikit banyaknya persepsi saya tentang pemilu dan pemerintah jadi bergeser.


Itu quote jaman jebot pernah dikasih tau temen saya. Waktu menjelang pemilu legislatif saya sempat celetuk untuk mecoblos semua foto caleg biar adil dari pada pusing milih satu caleg untuk dicoblos, sekalian golput anti mainstream. Tapi yang namanya golput teteup aja golput. Haha :D Akhirnya saya diomelin abis-abisan dan akhirnya dengan malas-malasan saya pergi ke TPS untuk mencoblos caleg pilihan emak saya.

Nah buat pilpres 9 Juli ini saya gak mau main-main. Sejak jauh-jauh hari saya udah searching tentang masing-masing pasangan capres dan cawapres. Mulai dari prestasi sampai aib-aibnya. Agak heran juga sih sama black campaign yang berseliweran. Tapi gegara black campaign itu saya jadi bisa menilai tim sukses capres mana yang bagus mana yang tidak.

And so today, tanpa sempat bedakan dan cuma pake moist cream saya akhirnya nyoblos capres pilihan saya.

saya udah milih, kamu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaƮt revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back