Jumat, 30 Maret 2012

The Five Fingers

(diambil dari blog Patricia)

Sahabat adalah falsafah 5 jari kita
  1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan memuji (lalu aku teringat Abe, pujiannya, motivasinya)
  2. Ada si telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah (seperti.. ah mungkin bang Aul yang terkadang suka ngeluh ini itu?)
  3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk (lalu aku teringat Gibran dan nasihatnya)
  4. Ada jari manis yang selalu jadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin (seperti Cris?)
  5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (seperti Gita? mungkin juga tidak)
Sahabat seperti 5 jari kita. Jika satu jari yang hilang, takkan sempurna lagi :')


Senin, 19 Maret 2012

LAGI GALAU?

Soundtrack hari ini: Yovie and Nuno-Galau

tahukah hatiku galau
tak tahu harus melangkah
sejak pertama mata jatuh menatap
hatiku tak pernah dusta
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
bila cintaku ini salah
hatiku tetap untukmu
namun kenyataannya parah
dirimu tak pernah untukku
mencoba lupakan keinginan hati
namun tak ingin ku menyerah
tapi mengapa bila ku mendekat
rasanya semakin jauh
bila cintaku ini salah
hatiku tetap untukmu
namun kenyataannya parah
dirimu tak pernah untukku
ternyata ku hanya bisa ooo
menggapaimu di mimpiku
namun kenyataannya parah
dirimu (dirimu) tak pernah untukku
(bila cintaku ini salah
hatiku tetap untukmu
namun kenyataannya parah
dirimu) dirimu (tak pernah untukku)
bila cintaku ini salah
hatiku tetap untukmu
namun kenyataannya parah
dirimu tak pernah untukku
dirimu tak pernah untukku

Source: http://liriklaguindonesia.net/yovie-nuno-galau-ost-negeri-5-menara.htm#ixzz1pXH2VJQD
  

Maaf maaf saja kalo postingan kali ini berbau galau. Bukan lagi galau ataupun bermaksud menebar kegalauan. Hanya saja aku lagi suka banget sama lagu ini. Ini lagu soundtrack film Negeri 5 Menara. Sayangnya sampe sekarang belum nonton. Di Padang gak ada 21 atau Blitz Megaplex soalnya -______-"


Jumat, 02 Maret 2012

CURHAT COLONGAN

Entah kenapa belakangan aku merasa ada sesuatu yang salah.

Hubungan aku sama sahabatku merenggang. Yah, mungkin kami sama-sama sibuk. Udah gak punya waktu untuk sekedar makan eskrim bareng kayak dulu. Udah gak punya waktu untuk sekedar mutar-mutar di toko buku atau sekedar menikmati secangkir capuccino dingin. Aku kangen hangout bareng :(

Temen kerja aku mendadak berubah 180 derajat. Emang sih, kalo ketemu masih biasa aja meski rada dingin. Tapi smsnya, chatnya, aku merasa bukan dia yang ngirim, tapi orang lain. Sejak kapan dia meninggalkan kebiasaan gombalnya? Sejak kapan chat dan smsnya bersih dari emote? Sejak kapan dia jarang ngomen-ngomen di grup? Sejak kapan dia jadi dingin di sms dan chat? Dan yang ngomong kayak gini bukan cuman aku. Udah ada dua orang yang sependapat dengan aku. Berarti bukan cuma aku yang merasakan, kan?

Atau aku yang berubah? Apa aku yang terlalu sibuk sehingga melupakan mereka? Semoga tidak