MENGUAR MEMORI

10:10 PM

03.04.2011
6:17 PM


sebuah note muncul di beranda facebook ku

note FB nya Hassyati Imanina, teman eSeMPe ku. uhm, just ignore the chatbox  --"
seketika aku terlempar pada masa kurang lebih setahun yang lalu

dalam bayangan ku adalah seorang bocah perempuan menjelang remaja berumur sekitar 14 tahun dengan seragam putih biru dengan jilbab yang agak berantakan berlari-lari agar tidak telat upacara di hari pertama sekolah setelah "surga" liburan.

ya, bocah itu adalah aku, teman. aku yang tergesa-gesa takut terlambat, memakai seragam serampangan akibat bangun kesiangan setelah malamnya baru kembali dari liburan di Jakarta. dan masih sempat mengumpat pelan pada sepupuku yang membeli tiket malam saat kembali ke Padang dan mendoakan ku masuk kelas unggulan (karena aku dan sepupuku se-almamater dan hanya beda 2 tahun)

ternyata doa sepupu ku terkabulkan (heran? aku juga heran. mengapa bisa doa bocah tengik seperti dia terkabulkan) namaku tepat di urutan ketiga di daftar absen kelas IX A. kelas yang disebut-sebut sebagai kelas unggulan. memang benar, karena di kelas tersebut ada nama Rhogerry Deshycka (kini menjalani studi di SMA Pasiad Pribadi Bilingual Boarding School Bandung berkat prestasinya) dan Hasyyati Imanina (tengah studi di SMA N 1 Padang Panjang) yang notabene adalah jagoannya SPENSA untuk urusan lomba dan olimpiade.

aku shock. berat. dari semenjak aku kelas VII aku sangat mengidam-idamkan kelas IX C yang turun temurun dianugerahi gelar sebagai kelas terkeren dan terasik. sedangkan kelas IX A sejak lama dihuni oleh anak-anak--yang menurutku--terlalu serius dan tidak bisa diajak gokil2an. dan dugaan ku salah.

pertama mengenal penghuni IX A angkatan ku ini, aku sudah mencurigai ada indikasi bahwa mereka mengidap penyakit gokil stadium akhir. dan dugaanku seratus persen benar

bagiku IX A--lebih awam disebut dengan UNACAT, sebutan bagi kelas kami dan juga untuk membedakan antar angkatan--adalah kelas "pelangi" yang terdiri dari berbagai juta "warna". Gery dan Ima yang diberkati kecerdasan luar biasa (menurutku). Nurul dan Vina yang diberkati Tuhan suara merdu (menurutku juga). hingga aku yang biasa-biasa saja.

jujur saja, di bulan-bulan pertama aku merasakan keminderan yang luar biasa. yah, aku hanya murid biasa saja di kelas yang--bagiku--luar biasa tanpa kelebihan apa-apa. tapi mereka menganggapku luar biasa. bagi mereka aku adalah aku, Alifia Seftin Oktriwina yang suka membuat puisi, yang bacaan nya sastra zaman 45 yang sungguh jadul untuk ukuran anak SMP, yang suaranya keras macam orang teriak, yang heboh dan gak jelas. ah, apa pun lah persepsi kalian tentang aku.

banyak memori yang menguar teman, dan semoga saja kalian masih ingat

saat kita bersama-sama mengecat meja demi kenyamanan bersama. aku ingat jilbabku terkena noda cat dan hingga kini tak kunjung hilang

saat gempa 2 tahun yang lalu, dan kita ternganga melihat kondisi kelas kita yang rusak parah padahal baru saja selesai dicat ulang dengan harapan selepas lebaran bisa menikmati suasana baru kelas kita. aku ingat saat aku tak bisa berkata-kata melihat kondisi kelas dan juga sekolah kita

saat kita terpaksa belajar di kelas "gerbong kereta" dan berpanas-panasan. mengeluh betapa tak menyenangkan dan  nyamannya kelas tersebut sebelum akhirnya diungsikan ke kelas yang hingga kelulusan kita huni.

saat kita tergila-gila akan drama korea The Great Queen Seon Deok hingga tiap hari melantunkan lagu soundtracknya. menobatkan Syukran sebagai Lady Misyuk dengan maksud menyamakan dengan salah satu tokoh drama tersebut. tak pernah alpa menonton dan mengikuti perkembangan drama tersebut.

saat ujian praktek seni budaya. aku jungkir balik menulis naskah drama yang akhirnya tak jadi di pakai. cowok dan cewek berpisah dan membuat kelompok sendiri-sendiri. namun di hari-hari terkahir menjelang ujian, malah bergabung kembali dan imbasnya dinobatkan sebagai penampilan kelas terbaik saat ujian. saat itu aku sadar bahwa kekompakan akan datang di detik-detik terakhir

dan akhirnya ujian nasional mengetuk pintu "rumah" kita. memberikan debar-debar dan sensasi tersendiri bagi kita. dan dimulailah hari-hari penuh sensasi ujian nasional. jam masuk dipercepat. setiap pagi membahas soal yang tebalnya hampir sama dengan KBBI. cukup membosankan bagiku. tapi cukup berguna saat "perang" ujian nasional

ujian nasional usai, kelulusan tiba, saatnya berpisah. di saat inilah aku tersentak bahwa kita mungkin akan terpisah jauh. aku tergugu akan rasa takut kehilangan. tapi syukurlah, kita tak pernah kehilangan kontak hingga kini. meski acap kali terhalangi kesibukan akan tugas sekolah dan semacamnya

dan dimulailah kerinduan-kerinduan yang menyesap kalbu kita setahap demi setahap. acap kali pikiranku disentak dengan kata "reuni". tapi apatah daya, selalu tersandung kesibukan dan memang sulit mengumpulkan 41 orang di tengah kesibukan masing-masing.

kini banyak yang berubah dalam diriku.

aku kini bergelut dengan jurnalistik dan sastra. dibawah bimbingan bang Dodi Prananda, penulis muda berbakat dan tentunya para senior yang dengan senang hati mewariskan ilmunya kepadaku.

aku banyak menghabiskan waktu untuk menulis, tentunya jika tidak bersama sahabat karibku

aku lebih feminim, lebih suka memakai rok ketimbang celana jeans. tentunya kalian tidak menyangka bukan?

aku sedikit lebih tertutup. tak hanya penampilan, tapi juga sifat

(menurutku) aku sedikit lebih dewasa. meski dalam beberapa hal masih saja sisi kekanak-kanakanku keluar

bacaanku bukan lagi novel, tapi literatur sastra yang bagi sebagian orang tidak cocok dibaca remaja

dan yah, masih banyak perubahan lainnya

tapi aku tetaplah aku, Alifia Seftin Oktriwina, yang cerewet dan suaranya keras. yang hobi membuat keributan. tetap sama.

masih tetap merindukan bimbingan ibu Yusmawati, dan juga nasehat-nasehatnya

masih tetap merindukan kalian dengan kehebohan-kehebohannya

masih tetap seperti dulu, tak pernah berubah

United Nine A, Contoh Anak Teladan.
IX A angkatan 2009/2010
"pelangi" hidupku
setiap warna akan mengurai pelangi dan kita telah mengurainya, akankah pelangi itu tetap menaungi langkah kaki-kaki kecil kita menuju pintu kesuksesan? Insya Allah, temanku

You Might Also Like

2 jejak dari orang-orang baik hati

  1. Menarik kak postinganx. Temen kakak yg namax Rhogerry Deshycka itu yang tahun lalu dapat silver medal ibo ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dia jagoannya IBO sampai sekarang :)

      Hapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back