BELIEVE ON FRIENDSHIP: Persahabatan itu INDAH

10:15 PM

waktu kecil aku punya sahabat. tapi kemudian dia pindah dan kita lost contact
teman-teman SMP ku tak bisa dibilang sebagai sahabat. karena mereka cuma ada di saat senang aja
saat itu aku memiliki persepsi bahwa tak ada persahabatan sejati.....

dan seseorang telah berhasil mengubah persepsiku....



aku dan dia bertemu dengan cara yang (menurutku) sangat konyol dan lucu
kami bertemu di sebuah lembaga bahasa asing, dan akrab akibat gosip antara teman satu ekskul ku dan teman sekelas nya
padahal kami satu SMP, selama sebulan kelas kami saling hadap2an sebelum akhir nya memakai sistem moving class
tapi kami saling acuh dan tak peduli

tapi semenjak kami sekelas di les, saling menceritakan ini dan itu, jadilah kami bersahabat.
meski usia persahabatan kami masi seumur jagung (kurang lebih 9 bulan) namun telah banyak "kerikil" yang kami hadapi
mulai dari yang sepele, sampai yang tidak bisa disepelekan

kali ini aku akan bercerita tentang dia....


picture was taken by me
nama nya Arief Rayyan Pratama, tapi aku sering memanggil nya pal, sapaan dalam bahasa inggris untuk memanggil kawan yang paling dekat. entah siapa yang memulai lebih dulu.

dia baik (sangat), dia gak pernah tega melihat cewek (apalagi sahabat nya sendiri) kesusahan, sakit, atau menangis sekalipun, dia suka baca koran, bermimpi untuk bisa ke Makkah dan eropa, dia pengen banget masuk teknik penerbangan ITB, dan dia bermimpi untuk menjadi orang yang sukses (well, siapa yang enggak?)

kami bertemu dengan cara yang tak biasa....


awal nya kami hanya lah murid termuda di kelas les b.ing kami, bertiga dengan Chica. kami tak begitu akrab. aku lebih dekat dengan Chica dan Arif lebih dekat dengan para cowok di kelas kami.

kemudian kami dekat akibat gosip antara dua teman kami, teman ku sesama ekskul dan teman sebangku nya yang digosipkan pacaran. cukup aneh dan konyol, karena kemudian kami lah yang digosipkan pacaran. ketulah tepat nya

kami melakukan berbagai hal yang penuh kenangan :')


kami dekat bukan hanya karena menggosipkan dua teman kami, tapi juga jurnalistik. aku  seorang jurnalis di sebuah koran lokal (hanya untuk kolom pelajar) dan sedang menuntut ilmu kepenulisan dari berbagai senior dan sastrawan lokal. sedangkan arif sangat menyukai jurnalistik meski tak berminat menjadi jurnalis.

jadilah, kami sering bergerilya mencari koran sebelum pergi les sepulang sekolah. mulai koran lokal Singgalang (hanya untuk melihat tulisan ku yang di muat) hingga Media Indonesia. atau terkadang The Jakarta Post. dan koran-koran tersebut akan menjadi rebutan teman-teman di kelas les.

terkadang kami  melakukan kegilaan. merusuh, membuat heboh kelas. tentu nya bersama teman-teman sekelas lain nya. saat Cicha ulang tahun. aku dan dia lari-larian (well, nggak segitu nya juga sih) buat nyiapin surprise. and we made it! kami seneng bisa bikin Cics (panggilan ku untuk Cicha) seneng. apalagi saat itu Cics sedang mengalami masa-masa sulit. sang ayah kembali ke haribaan sang Kuasa tepat di hari ulang tahunnya.

suatu ketika angkatan kami mengadakan lawatan ke Riau. aku, Arif, dan sohib kami, Ilma dan Reza telah merancang berbagai rencana. mulai dari jalan2 sampe begadang. dan semua nya kami lakukan meski harus sedikit umpet-umpetan dari teman-teman sekelas (aku x1, Arif x7, Ilma x4, Reza x6)

aku masi ingat, waktu dia cemasin aku yang digangguin seorang cowo saat lawatan. waktu mendadak maag ku kumat gara-gara makan ku nggak beres selama perjalanan sampe-sampe dia maksa aku buat megang botol minyak kayu putih nya. dan semua kebersamaan kami akhiri dengan permainan UNO di tengah keremangan lobi hotel yang emang remang gara2 mati lampu.

dia selalu berusaha ada dan memberikan support untuk ku...


yah, banyak hal yang telah ia berikan untukku. bahkan disaat aku tidak meminta nya. dia terkadang tahu bagaimana suasana hati ku. kadang aku mikir, apa hati aku terbuat dari kaca sampai dia bisa melihatnya?

saat aku mendadak diminta mewawancarai kak Andrea Hirata oleh kak Ria (pimred inioke.com, media remaja online SumBar yang menjadi salah satu tempat ku menyalurkan hobi) dia menyemangatiku meski perut ku tetap saja melilit saking nervous nya.

kadang saat aku suntuk dan memilih diam saat kami belajar di les, dia akan "mengintrogasiku" sepulang les. dan aku tak akan bisa mengelak. dia terlalu pintar untuk mengetahui isi hati ku dan berusaha menyakinkan ku bahwa dia akan selalu ada di samping ku dan mensupport sahabat nya ini.

tak jarang "kerikil" pun menghalangi persahabatan kami...


tak ada persahabatan yang tak disinggahi "kerikil" dan begitu juga persahabatan ini. dan kami (alhamdulillah) berhasil melewatinya. meski entah bagaimana selanjutnya.

saat aku mendadak marah padanya karena hal yang sepele, kami hanya bertengkar (well, sejujurnya hanya diam-diaman) seharian. dan malamnya, saling memaafkan (dan saling mengaku kalau sama-sama sedang menangis saking sedihnya. hahaha)

saat aku benar-benar down. dan entah mengapa refleks menghubunginya (mungkin karena saat itu dia sedang meng-sms ku) disaat aku sedang menangis. dia benar-benar panik. besoknya, dia memaksaku untuk bertemu saking cemasnya (saat itu kami sedang libur). awalnya aku enggan, malas dan malu memperlihatkan kelemahan ku di depan seorang lelaki, meskipun ia sahabat ku sendiri. namun saat bertemu dengannya, ia hanya diam dan menatap mataku dalam-dalam seolah menunggu aku berbicara. dan aku nggak bisa apa-apa selain mengutarakan unek-unekku dan menangis. jujur, itulah kali pertama aku menangis di depan seorang lelaki.

sejak itu aku percaya akan adanya persahabatan yang tulus...







terima kasih atas kehormatan untuk menjadi sahabatmu....


You Might Also Like

4 jejak dari orang-orang baik hati

  1. Eaaa...

    Demikianlah kisah cinta kami....

    :))

    #muncul bentar trus terbirit-birit ngumpet

    BalasHapus
  2. sahabat...sahabat... gak pernah selesei deh ceritain tentang mereka. :) salam kenal..

    BalasHapus
  3. Sahabat...sahabat...gak pernah selesei deh ceritain tentang mereka :D
    salam sahabat

    BalasHapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back