MENGEMBARA SASTRA DI BEDAH BUKU NIRWAN DEWANTO "BULI BULI LIMA KAKI": 5 SMScrew "nyelinap" di Diskusi Sastra

7:46 PM

5 orang SMScrew, aku, kak irma, bang dodpran (baca: Dodi Prananda, entah mengapa lagi pengen ngasi nickname baru. hho), hana, dan ami menyelinap ke acara bedah buku "Buli Buli Lima Kaki" karya Nirwan Dewanto. awalnya, aku diajak ikut oleh kak irma yang medapat undangan dari bang Esha Tegar Putra. karena memang aku lagi gila nulis dan sudah mantap *wuuisss bahasanya* untuk serius di bidang sastra dan jurnalistik, ya sudah, aku mengiyakan ajakan kak irma.


kalau boleh jujur, aku tidak mengenal Nirwan Dewanto (kecuali kalo dia adalah redaktur koran T*MPO *sensor dikit, hha* dan kritikus sastra--begitu kata temanku--serta kurator seni) aku bahkan tidak tahu (atau tidak mau tahu? maklumlah, aku baru mendalami sastra belakangan ini) kalau sebelumnya Nirwan telah mengeluarkan antologi puisi "Jantung Lebah Ratu" sebelum diberitahu kak irma. hha aku memang tak mau tahu mungkin

ketika sampai di Taman Budaya (selanjutnya akan disingkat dengan TamBud), sudah banyak seniman sastra, akademisi sastra, dan penikmat sastra yang datang. jujur, aku keder sendiri. kenapa? karena cuma aku dan teman2ku yang memakai baju putih-abu2. dan juga karena ilmu ku masih dangkal, jadi aku merasa keder duluan sebelum acara diskusi dimulai gara2 takut gak ngerti dengan isi diskusi. dan juga karena pemakalah nya yang bukan memang sudah lama berkecimpung di dunia sastra seperti papa Rusli Marzuki Saria (yang kalau beliau ingat, beliau lah juri pada FLS2P SumBar yang aku ikuti pada tahun 2009), Ragdy F Daye, penulis kumcer "Perempuan Bawang dan Lelaki Kayu", Deddy Arsya, dan Romi Zarman (untuk dua terakhir, aku kurang tahu, mohon maaf)

dan jadilah aku menikmati diskusi dengan tampang bengong....

untung lah aku bertemu dengan alumni SMANSA '08, kak anggi (Restiyani Harahap, hayo ada yang kenal?) yang datang bareng bang pau (Fauzan Fadri). dari bang pau lah kemudian aku berhasil memahami puisi karya Nirwan ini (yang sebagian besar terinspirasi dari lukisan). tapi tetap saja, aku ngerasa kalau bahasa Nirwan ini sangat sulit dipahami orang awam. inilah yang kemudian aku tanyakan kepada papa Rusli yang kemudian dijawab dengan "di saat kuliah nanti kamu akan merindukan puisi2 Nirwan Dewanto". well, sebenarnya aku ingin membantah pernyataan papa, tapi waktu nya habis. hiks, akhirnya sampai sekarang pertanyaan itu menggantung di langit2 otakku...

memang kamu mau nanya apa lagi?

cuma mau bilang aja sih, hho. seperti yang aku bilang di diskusi lalu, puisi Nirwan bahasa nya sangat ribet dan membuat orang awam, apalagi siswa malas membacanya. nah, kalau misalnya jaman sekarang aja siswa uda malas baca puisi atau karya sastra, gimana dengan masa yang akan mendatang dong? jangan2 dimasa yang akan datang sastrawan malah semakin langka (jangan sampe deh amit amit ya Allah)

dan sampe sekarang belum terjawab....

kenapa kemaren gak nanya?

saya malu u,u waktu nya juga uda habis ToT

kenapa musti malu?

gatau, saya galau....

kok galau?

gatau.....

gatau gatau mulu! *digampar*

*pembaca mulai bengong*

oke lebih baik saya caps saja


regards,
jurnalis setengah sarap :D

You Might Also Like

11 jejak dari orang-orang baik hati

  1. aku juga cinta satra win. tapi masih SANGAT cemen. xD aku termasuk penikmat sastra. hahaha

    BalasHapus
  2. @cya hha aku juga cya...
    CINTA MATI malah. hha

    gak mau mendalami lebih lanjut?

    BalasHapus
  3. mhicya : penikmat juga bisa jadi kritikus handal loh dek.. salam sastra ya :)

    iwin : seperti biasa, tulisanku lebih padat dari kamu, hahahha

    BalasHapus
  4. mhicya : penikmat juga bisa jadi kritikus handal loh dek... salam sastra ya :D

    awin : tetap saja gaya yang santai, seperti tulisanku mula2 yang telah menjelma menjadi karya yang padat hohoh

    BalasHapus
  5. mhicya :penikmat juga bisa menjadi kritikus handal loh dek... salam sastra :D

    awin : gaya penulisan yang simpel seperti biasa, hahha...beda dengan tulisanku yang terikat dengan gaya menulis puisi

    BalasHapus
  6. @kak irma tiga komen dalam waktu yang bersamaan :D hho kak irma tau gimana gaya menulis ku, simpel dan santai, tergantung situasi :D

    BalasHapus
  7. @awin: yah mau mau aja sih. tapi terlalu banyak yang bikin aku tertarik jadi aku bingung mau kemana -_______-"

    BalasHapus
  8. @kak irma: aku follow blog kakak ya :D

    BalasHapus
  9. hha

    inti nya lakukan apa yang kamu suka dan kamu cintai cya

    klo gak suka ngapain kamu lakuin?

    ya toh?

    BalasHapus

Merci de laisser un commentaire. S'il vous plaît revenir - Thank you for leaving a comment. Please come back